Sejarah Pembuatan Jalan Anyer Sampai Panarukan !!

Ruas jalan Anyer Cilegon ruas pertama yang dilebarkan hingga 7 meter

Dari Cilegon membelok ke timur laut menuju alun-alun bekas Istana Sorosowan-Banten Lama

Banten Lama-Serang-Tangerang

Daan Mogot-Pangeran Tubagus Angke-Gadjah Mada/Hayam Wuruk-Harmoni

Weltrevreden (Gambir)-Waterlooplein (Lapangan Banteng)-Istana Weltervreden (RSPAD Gatot Subroto)-Asrama Tentara (Hotel Borobudur)-Koningsplein (taman raja, Lapangan Monas), dapat menampung 70.000 tentara berlatih

Kantor baru di utara Lapangan Banteng (jadi Gedung Departemen Keuangan)

Gereja katolik pertama di Jakarta (terbakar pada kebakaran besar tahun 1828)-Senen, Manggarai.-Meester Cornelis (Jatinegara)-barak-gudang senjata-pusat pendidikan militer-Pusat artileri (Penjara Wanita Bukit Duri)-Palmeriam-Depok-Cibinong-

Bogor-(Jl Raya Pajajaran) melalui kawasan -Warung Jambu-jln Jend.Sudirman(museum PETA)-Gereja Zebaoth-Surya Kencana-Baranangsiang Tajur-Daendels tinggal di Istana Gubernur Jenderal (Istana Bogor) dan memperluasnya


Megamendung-perkebunan the milik Riemsdijk.

Jalur sulit. Di ruas Megamendung 500 pekerja tewas, tulis Nicolaus Engelhard (salah satu mantan Gubernur Jawa)


Cianjur-Padalarang-Bandung

Tidak melewati ibukota Bandung.
Daendels memerintahkan Adipati Wiranatakusumah (penguasa Bandung) agar memindahkan ibukota Bandung di Krapyak (10 tahun di selatan) ke Kilometer 0, di depan Gedung Bina Marga, Jl Asia Afrika.


Jl Asia Afrika, Jl Jenderal Sudirman, Jl Jen Ahmad Yani, melalui Gedung Sate terus ke arah Cileunyi, Jatinangor

Ciherang, menjelang Sumedang

Di bawah jalan lama pemerintah sudah membuat jalan yang lebih landai yang keduanya bertemu di Desa Singkup (dari kata scoop atau sekop). Katanya saat itu sekop pertama kali diperkenalkan oleh Belanda.

Pada ruas ini di jalan agak mendatar sebelum puncak bukit ada Kampung Pamucatan,pos pergantian kuda dan pelepasan kerbau beban.

Awalnya Jalan Raya Pos berakhir di Karang Sembung, 10 kilometer selatan Cirebon.

Tanggal 5 Mei 1808 dalam perjalanan dari Bogor ke Semarang, Daendels memerintahkan para Bupati se Jawa meneruskan pembangunan Jalan Raya Pos tahap pertama Anyer Cirebon diteruskan sampai ke Jawa Timur

Cirebon-Semarang

Di Semarang melewati Lawang Sewu (Kantor Pusat Jawatan Kereta Api Belanda), dan Jl Bojong (Jl Pemuda)

Waktu tempuh Semarang Batavia yang semula dua minggu dipersingkat menjadi 4 hari

Jalan raya yang terutama sering digunakan sebagai jalan pengiriman pos antar kota di Jawa, didukung 1000 kuda dan pos pergantian tiap 10 kilometer, menyebabkan jalan ini di sebut Jalan Raya Pos

Semarang-Gresik

Di Pati dan Demak memotong Alun-alun Kota ditengahnya (mengubah tata kota dan kosmologi Jawa), menyurutkan kekuatan kosmis istana raja-raja

Surabaya
Melalui kawasan jembatan merah, Jl Veteran terus ke selatan.
Penjara Kalisosok

Wonokromo-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kreaksaan-Besuki-Pasir Putih-Panarukan

* Umur jalan ini adalah 201 thn (1808-2009)

* Landmark Anyer ketika itu adalah sebuah Mercu Suar, 5,4 km di selatan perkampungan Anyer.dan dijadikan patokan km 0 Anyer

* Perlu diingat bahwa semua bangunan di ruas jalan raya Anyer-Cilegon yang berbatasan atau dekat dengan laut, termasuk Menara Suar di selatan Anyer itu, musnah dilanda tsunami akibat meletusnya gunung Krakatau pada Agustus tahun 1883 oleh karena itu dibuat sebuah tugu Kilometer 0, Anyer-Panarukan (dan diberi angka tahun 1806)

* Pengembangan pembangunan sampai 200 tahun setelahnya, menggeser jalan tersebut kepada jalan yang ada sekarang

* Ada juga yang mengatakan Jalan Raya Pos dari Alun-alun Serang langsung mengarah ke Banten lama kea arah Benteng Speelwijck melalui dekat stasiun kereta api Kramatwatu

* Salah satu pemicu pertempuran VOC dgn Raja setempat adalah jalur jalan raya pos yg melintas di pemakaman Raja-raja & Sultan-sultan setempat

* Pembangunan jalan Tol Merak Jakarta lebih mengurangi arti Jalan Raya Pos sebagaimana semula dimaksudkan pada saat pembangunannya

* Setelah ratusan tahun dikembangkan, jalan raya Serang Jakarta ini cukup menanggung beban yang kian berat

* Setiap jarak 30-40km terdapat Gardu Pos untuk menggantikan kuda yang membawa Kereta-Pos. Lama-kelamaan disekitar gardu Pos terbentuk Desa atau kota. Dulu sebetulnya hanya tempat kandang kuda kereta pos. Sehingga pengiriman Pos terus berjalan sampai ditujuan. Sekarang jika diperhatikan jarak antara tiap kota sepanjang Pantura sekitar 30-40km.

* Ruas megamendung (puncak) adalah ruas yg paling sedikit memakan korban terhitung 500 pekerja tewas

* Ruas Sumedang adalah yg paling bnyak memakan korban terhitung 5000 pekerja tewas

* Medan tersulit adalah Ruas Sumedang karena harus membobok batu cadas berkilo2 meter

* Hebatnya walaupun panjangnya 1000km,tp jalan ini selesai dlm tempo 1 thn (masa monorail ga jadi2

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: