Umat Islam jangan hormat pada Bendera!

Dua sekolah di wilayah Kabupaten Karanganyar (yakni SMP Al Irsyad Al Islamiyah di Tawangmangu dan sekolah SD Ist Al Albani, Matesi, Jawa Tengah) diduga enggan melakukan penghormatan kepada bendera merah putih. Pihaknya sekolah beralasan, menghormat bendera berarti menyamakan dengan menyembah Tuhan.

Mendapat laporan tersebut Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyatakan akan menindaklanjutinya. Jika memang nantinya terbukti, maka pihak pemerintah kabupaten (pemkab) setempat akan memberikan sanksi bahkan tidak menutup kemungkinan dua sekolah itu bakal ditutup karena dianggap menyimpang dan makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut bupati yang juga tersangkut kasus dugaan korupsi Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dan sedang ditangani Kejaksaan Tinggi jateng ini mengatakan sebagaimana dikutip news.okezone.com, “Saya katakan NKRI adalah harga mati. Kalau sudah tidak menghormati bendera, tidak mau membaca Pancasila dan UUD 45, dan tidak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya, ini apa? Mau dibawa kemana anak-anak kita?” kata Rina kepada wartawan, Senin (7/6/2011).

Kehebohan soal hormat bendera ini seakan mau menutup hebohnya drama korupsi yang mengguncang partai demokrat atau berita tak kunjung tertangkapnya Nunun nur Baeti, tersangka suap yang melibatkan para pejabat tinggi. padahal menangkap teroris yang sembunyi-sembunyi aja polisi mampu, sedangkan Nunun yang udah jelas lokasinya mereka kewalahan. rasanya Densus perlu disewa untuk kasus ini

Sebenaranya hal ini (masalah hormat bendera) hanyalah penegasan sikap penguasa terhadap sikap rakyatnya yang tidak mau menghormat bendera. Sebelumnya penryataan salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kebudayaan, KH Cholil Ridwan, yang berpendapat jika menghormati bendera adalah haram hukumnya, lumayan memicu kehebohan dan tanggapan berbagai pakar yang merasa dirinya nasionalis dan patriotis.

Menurut ustadz Cholil seperti yang dilansir dalam tanya jawab yang dipublikasikan Majalah Suara Islam: Mengenai hukum menghormati bendera, sejumlah ulama Saudi Arabia yang bernaung dalam Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiah dan Riset Fatwa (Lajnah ad Daimah li al Buhuts al ‘Ilmiyyah wa al Ifta) telah mengeluarkan fatwa dengan judul ‘Hukum Menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Hormat Bendera’, tertanggal 26 Desember 2003.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdiri untuk memberi hormat kepada bendera dan lagu kebangsaan dengan alasan:

Pertama, Lajnah Daimah menilai bahwa memberi hormat kepada bendera termasuk perbuatan bid’ah yang harus diingkari. Aktivitas tersebut juga tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah SAW ataupun pada masa Khulafa’ ar-Rasyidun.

Kedua, menghormati bendera negara juga bertentangan dengan tauhid yang wajib sempurna dan keikhlasan di dalam mengagungkan hanya kepada Allah semata.

Ketiga, menghormati bendera merupakan sarana menuju kesyirikan.

Keempat, penghormatan terhadap bendera juga merupakan bentuk penyerupaan terhadap orang-orang kafir, mentaklid (mengikuti) tradisi mereka yang jelek serta menyamai mereka dalam sikap berlebihan terhadap para pemimpin dan protokoler-protokoler resmi. Padahal, Rasulullah SAW melarang kita berlaku sama seperti mereka atau menyerupai mereka.

Tentu saja orang-orang yang merasa dirinya nasionalis geram dengan fatwa semacam ini, dianggapnya hal ini penghinaan dan bukti ketidakcintaan pada negara. sebagaimana yang dilakukan aparat keamanan yang buru-buru memeriksa para aktifis PKS yang dianggap menginjak-injak kain berwarna merah putih dalam suatu acara (bandingkan dengan perlakuan aparat terhadap para personel Band Dewa 19 yang jelas-jelas menginjak kain bermotifkan lafadz kaligrafi Allah-mereka sama sekali tidak ditindak).

Lebih aneh lagi sikap sebagian orang yang mengaku ulama kaum muslimin agar disebut moderat mereka buru-buru mengatakan bahwa menghormat bendera tidak sama dengan menyembah bendera, okelah jika itu memang itu benar karena kita juga tidak mengatakan bahwa semua orang yang menghormat bendera sama dengan syirik, sebab fatwa itu juga hanya menyebutkan bahwa menghormati bendera merupakan sarana menuju kesyirikan, hanya sarana atau alat, belum tentu sampai, tergantung niatnya, sebagaimana kata para ulama penghormat bendera.namun bukanlah lebih selamat jika kita menghindari jalan yang menuju kesyirikan, sebagaimana kita menghindari jalan yang menuju jurang?

Jika mereka mengatakan tidak semua hormat bendera itu syirik,toh kita juga boleh mengatakan bahwa tidak menghorat bendera juga tidak berarti tidak cinta tanah air dan kurang patriotis. malulah kita dengan Tengku Abdul Jalil atau Kyai Zainal Mustofa yang syahid melawan Jepang, hanya “gara-gara’tidak mau membungkuk badan ke arah timur, yang mereka anggap penghormatan itu sebagai ibadah. Jika dianggap terlalu jauh, bolehlah bandingkan, siapa yang paling berani menentang infiltrasi asing seperti Amerika,juga Israel ke Indonesia? apakah para nasionalis yang sembunyi di Singapura setelah menilep duit rakyat ataukah para dai dan mujahid Islam yang sering mereka sebut fundamentalis, bahkan teroris.

Rasanya kutipan seorang kawan ini cukup menyentil hati yang masih sehat dan akal yang masih berfungsi, ” Hormat bukan berarti menyembah=iya betul! tapi tidak hormat bendera bukan berarti juga tidak patriotisme dan cinta tanah air…!

Hormat bendera bagi saya adalah sia-sia dan pekerjaan mubazir…ngapain hormat ke benda mati! beda kalo saya menghormati Presidan, Menteri, Gubernur bahkan Pak RT sekalipun…. saya sangat hormat kepada mereka! tapi hormat saya kepada mereka juga bukan disimbolkan dengan gerakan hormat! berapa banyak orang yg melakukan gerakan hormat tapi nyatanya mereka adalah para koruptor di lembaga2 negara yg dihormati!

Dalam Undang-Undang Tak Disuruh melakukan gerakan hormat bendera & upacara tiap senin

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN

Tanya : Kapan saja waktu menaikkan bendera diadakan?
jawab:hanya wajib setiap tanggal 17 Agustus

Pasal 7

(1) Pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga matahari terbenam.

(2) Dalam keadaan tertentu pengibaran dan/atau pemasangan Bendera Negara dapat dilakukan pada malam hari.

(3) Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

(4) Dalam rangka pengibaran Bendera Negara di rumah sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pemerintah daerah

memberikan Bendera Negara kepada warga negara Indonesia yang tidak mampu.

(5) Selain pengibaran pada setiap tanggal 17 Agustus sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Bendera Negara

dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain.


Tanya:Bagaimana cara hormat yang diatur?
Jawab :caranya berdiri tegak dan khidmat. tak disebutkan cara hormat seperti yang diajarkan seperti latihan baris berbaris atau cara militer.

Pasal 15

(1) Pada waktu penaikan atau penurunan Bendera Negara, semua orang yang hadir memberi hormat dengan berdiri tegak dan khidmat sambil menghadapkan muka pada Bendera Negara sampai penaikan atau penurunan Bendera Negara selesai.

(2) Penaikan atau penurunan Bendera Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Tanya : Apa saja yang dilarang melalui UU tersebut??

Bagian Keempat

Larangan

Pasal 24

Setiap orang dilarang:

a. merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;

b. memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;

c. mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur,kusut, atau kusam;

d. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan

e. memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.


komentar : tampaknya yg lebih sering tampak itu adalah saat pemilu dari partai2, calon presiden, pilkada banyak yg mengiklankan diri mereka dengan bendera.justru tampaknya mereka yg harusnya ditangkapi atau dibina oleh polisi mungkin???


Tanya: APAKAH TIAP HARI SENIN DISURUH UPACARA???
Jawab: kalau semua sekolah ndak upacara tiap hari senin ya ndak apa2…ndak ada hukum NKRI yang mengatur.coba lihat undang2 di bawah ini

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG KEPROTOKOLAN

BAB V

TATA UPACARA

Bagian Kesatu
Upacara Bendera

Pasal 16

Upacara bendera hanya dapat dilaksanakan untuk Acara Kenegaraan atau Acara Resmi:

a. Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia;

b. hari besar nasional;

c. hari ulang tahun lahirnya lembaga negara;

d. hari ulang tahun lahirnya instansi pemerintah; dan

e. hari ulang tahun lahirnya provinsi dan kabupaten/kota.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9074846 http://www.kaskus.us/showthread.php?p=446715712#post446715712

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: